Ketahui kelebihan dan kekurangan berinvestasi perak

Jakarta (ANTARA) – Investasi perak kini mulai dilirik sebagai aset alternatif karena harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan emas. Tak hanya itu, perak juga menawarkan daya tarik dan potensi keuntungan yang tak kalah kompetitif di pasar aset.

Oleh karena itu, bagi Anda yang berniat terjun ke dunia logam mulia namun masih ragu dalam memilih instrumen, perak bisa menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.

Meski demikian, berinvestasi pada logam putih ini bukannya tanpa risiko. Mulai dari masalah volatilitas harga yang tajam hingga kendala likuiditas, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai berinvestasi.

Oleh karena itu, lihat dulu kelebihan dan kekurangannyapengurangan investasi perak dilaporkan oleh bebera sumber.

Manfaat berinvestasi di perak

1. Dominasi permintaan di sektor industri

Berbeda dengan logam mulia lainnya, perak mempunyai peran ganda yang sangat vital. Selain sebagai aset investasi, perak juga merupakan komponen kunci dalam dunia teknologi karena konduktivitas listrik dan termalnya yang luar biasa.

Tingginya kebutuhan industri akan perak, mulai dari manufaktur mesin hingga teknologi ramah lingkungan, menciptakan permintaan yang stabil dan terus meningkat.

Dalam jangka panjang, ketergantungan industri ini dapat menjadi motor penggerak utama yang mampu secara konsisten meningkatkan nilai investasi perak.

2. Potensi kenaikan harga yang agresif

Salah satu daya tarik perak adalah pergerakan harganya yang cenderung lebih masif dan progresif. Secara historis, perak sering kali membukukan persentase kenaikan yang melampaui logam mulia lainnya.

Padahal, jika harga emas naik dua kali lipat, bukan tidak mungkin perak naik tiga kali lipat.

3. Aksesibilitas dan harga yang lebih terjangkau

Perak sering disebut sebagai pintu gerbang investasi logam mulia karena harganya yang jauh lebih ekonomis dibandingkan emas murni.

Harga beli yang rendah ini meminimalkan kendala modal, sehingga memungkinkan masyarakat dari berbagai tingkat ekonomi, terutama investor pemula, untuk mulai membangun aset tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

4. Stabilitas nilai dan kelangkaan barang dagangan

Meski pasarnya lebih kecil dibandingkan emas batangan, namun hal ini justru membuat harga perak lebih sulit dimanipulasi dan cenderung stabil karena fungsinya lebih dominan sebagai bahan baku produksi dibandingkan sekadar spekulasi.

Selain itu, perak masih merupakan komoditas alam yang jumlahnya terbatas. Kelangkaan tersebut, ditambah dengan kebutuhan industri yang semakin meningkat, menjadikan perak sebagai aset langka yang nilainya akan terus terjaga di masa depan.

5. Instrumen diversifikasi yang efektif

Dalam dunia investasi, menempatkan seluruh dana Anda pada satu aset sangatlah beresiko. Oleh karena itu, perak muncul sebagai instrumen diversifikasi yang sempurna untuk menyeimbangkan risiko portofolio.

Dengan memiliki alokasi pada perak, Anda dapat meminimalisir potensi kerugian ketika pasar saham atau aset lainnya mengalami guncangan, sehingga kondisi keuangan Anda secara keseluruhan tetap terjaga.

Kekurangan-angan investasi perak

1. Terbatasnya tingkat likuiditas dan akses pasar

Berbeda dengan emas yang ekosistem jual belinya sangat masif, pasar perak di Indonesia masih tergolong niche (ceruk).

Terbatasnya jumlah vendor atau outlet yang melayani transaksi perak batangan membuat investor harus ekstra hati-hati dalam mencari tempat jual beli yang terpercaya.

Hal ini juga berdampak pada likuiditas, yang mungkin memerlukan waktu lebih lama bagi Anda untuk mencairkan perak Anda menjadi uang tunai dengan harga yang kompetitif di pasar ritel.

2. Volatilitas tinggi dan perbedaan harga (menyebar) yang besar

Meski harga perak bisa meroket dengan cepat, namun ia juga bersifat “pedang bermata dua” karena potensi penurunannya juga tak kalah agresif.

Fluktuasi ini menjadi lebih menantang karena nilai menyebar (selisih harga jual dan harga beli) cukup tinggi.

Oleh karena itu, kondisi ini membuat perak kurang ideal untuk investasi jangka pendek, karena memerlukan kenaikan harga yang signifikan hanya untuk menutupi selisih harga sebelum mulai menghasilkan keuntungan.

3. Kerentanan fisik dan memerlukan perawatan ekstra

Secara material, perak jauh lebih rapuh dibandingkan emas. Logam ini sangat mudah teroksidasi jika terkena udara atau lembab, yang ditandai dengan munculnya bintik hitam atau tampilan kusam.

Penurunan kualitas fisik ini secara langsung dapat menurunkan nilai jualnya di pasaran. Oleh karena itu, investor fisik wajib menyediakan tempat penyimpanan khusus dan melakukan perawatan rutin agar kilapnya tetap sempurna.

4. Risiko penyimpanan dan keamanan

Menyimpan perak fisik dalam jumlah besar membutuhkan ruang yang lebih luas dan sistem keamanan yang lebih ketat dibandingkan emas, mengingat harga per gramnya lebih murah.

Oleh karena itu, resiko kerugian akibat pencurian atau kerusakan fisik dapat menjadi beban yang harus diantisipasi, misalnya dengan menyewa “Safe Deposit Box” yang tentunya akan menambah biaya operasional investasi.

5. Ketergantungan pada sektor industri dan risiko pemalsuan

Harga perak sangat bergantung pada kesehatan sektor industri global. Jika terjadi krisis moneter atau perang yang melumpuhkan aktivitas manufaktur, permintaan perak bisa menurun tajam.

Selain itu, bagi investor pemula, risiko mendapatkan produk palsu sangat tinggi karena perak batangan lebih mudah ditiru. Tanpa pemahaman atau verifikasi melalui lembaga resmi, investasi ini bisa menjadi bumerang dan merugikan.

Baca juga: Ingin mencoba berinvestasi perak? Simak tips dan caranya untuk pemula

Baca juga: Investasi emas atau perak, mana yang aman untuk jangka panjang?

Baca juga: Jelang Tahun Baru, emas Antam turun Rp 95.000 menjadi Rp 2,5 juta/gram

Wartawan : Putri Atika Chairulia
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, crawling, atau pengindeksan otomatis AI pada situs ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



Sumber link

Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *